Legenda Jermain Defoe mengkritik keras penampilan Eberechi Eze dalam pertandingan Arsenal melawan Brentford yang berakhir imbang 1-1. Defoe menilai Eze belum menunjukkan performa maksimal sejak pindah dari Crystal Palace.

Hasil imbang ini membuat Arsenal kehilangan kesempatan untuk kembali unggul enam poin di puncak klasemen Liga Premier. Sementara itu, Manchester City berhasil memperkecil jarak menjadi empat poin, membuat tekanan pada The Gunners semakin besar menjelang perebutan gelar.
Defoe menyoroti bahwa meski tekanan pertandingan bisa dimengerti, pemain seperti Eze tetap diharapkan tampil lebih baik. Menurutnya, mentalitas dan keberanian bermain sangat penting untuk beradaptasi dengan tuntutan Arsenal di level tertinggi.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Tekanan Berat di Brentford
Defoe menekankan bahwa bermain di markas Brentford selalu menjadi tantangan. Tim tuan rumah dikenal mampu menyulitkan tim besar dan memanfaatkan kesalahan individu lawan. Hal ini membuat Eze dan rekan-rekannya harus tampil dengan fokus penuh.
Menurut Defoe, Arsenal sebenarnya memiliki peluang untuk mengontrol babak pertama, tetapi gagal memanfaatkan momentum tersebut. Brentford tampil lebih baik di babak kedua, menunjukkan bahwa mentalitas dan konsentrasi menjadi kunci dalam pertandingan sulit seperti ini.
Kritik ini bukan hanya soal hasil imbang, tetapi juga soal bagaimana pemain seperti Eze mengelola tekanan di lingkungan baru. Kurangnya konsistensi membuat performanya belum memenuhi harapan publik Arsenal.
Baca Juga: Chelsea Tunjukkan Minat pada Gelandang Aston Villa, Morgan Rogers
Penampilan Eze yang Mengecewakan

Defoe menilai bahwa Eze “masih bermain dengan rem tangan terpasang” selama pertandingan. Meski belum lama absen atau kurang dalam kondisi prima, ekspektasi terhadap pemain internasional Inggris ini tetap tinggi.
Dalam laga melawan Brentford, Eze hanya mencatat 17 sentuhan ofensif, sebuah statistik yang mengecewakan mengingat perannya sebagai kreator serangan. Ketidakhadiran Eze dalam beberapa starter sebelumnya menambah pertanyaan soal kesiapan dan adaptasinya di tim Mikel Arteta.
Defoe menekankan bahwa performa individu sangat memengaruhi hasil tim. Pemain yang tampil kurang agresif atau berhati-hati berlebihan bisa menjadi faktor menghambat Arsenal dalam meraih kemenangan penting.
Mentalitas dan Masa Depan Eze di Arsenal
Defoe menyebutkan bahwa masalah Eze bukan hanya teknis, tetapi juga soal mentalitas. Arsenal memiliki kualitas skuad yang berbeda, tetapi adaptasi pemain baru tetap memerlukan keberanian dan ketenangan dalam menghadapi tekanan.
Bagi Arteta, menurunkan Eze sebagai starter akan menjadi keputusan penting untuk membantu pemain muda ini menemukan ritme permainan dan kepercayaan diri yang hilang. Fans Arsenal pun berharap Eze bisa segera menyesuaikan diri dan menunjukkan potensinya.
Kesimpulannya, perjalanan Eze di Arsenal masih panjang. Dengan latihan, pengalaman, dan dukungan pelatih, pemain berusia 24 tahun ini diharapkan bisa berkontribusi lebih banyak dalam perebutan gelar dan pertandingan-pertandingan krusial mendatang. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di footballgiantsofficial.com.
